Menilik lebih dalam Tentang surat Al-Alaq
Al-qur’an diturunkan Melalui Malaikat Jibril, Al Quran sebagai wahyu diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah bertempat di Jabal Nur, Gua Hira. Saat itu Rasulullah berusia 40 tahun, 6 bulan, 8 hari menurut tahun Qamariyah. Melansir buku Pengantar Studi Al Quran oleh Abdul Hamid Lc, MA, Rasulullah SAW menerima wahyu dari tersebut dalam 2 keadaan. Pertama, terdengar seperti suara lonceng yang berbunyi keras. Cara ini merupakan yang paling berat bagi Rasulullah. Kedua, Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah dalam keadaan seperti manusia biasa, yaitu menyerupai seorang laki-laki. Rasulullah yang tengah sendiri saat itu langsung ketakutan hingga menggigil. Kemudian Rasulullah kembali ke rumah dan menceritakan pengalaman tersebut kepada Khadijah, istrinya. Sejak peristiwa itu, kemudian Nabi Muhammad SAW mendapat gelar Rasul
Jibril berkata kepada Rasulullah SAW, “bacalah!”
Lalu Rasulullah SAW menjawab, ”saya tidak pandai membaca.”
Kemudian Jibril berkata lagi, “bacalah!”, sampai permintaan itu berulang-ulang tiga kali.
Akhirnya Malaikat Jibril membacakan surah Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5 dan Rasulullah SAW menjawab dan mengikuti bacaan tersebut. Ayat ini menganjurkan kepada seluruh umat manusia untuk pandai membaca dan menulis dengan pena (qalam). Awal turunnya Al Quran ini diawali dengan 5 ayat pertama dari Surat Al 'Alaq. Al Quran mulai diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan tahun 610 dan disebarkan secara bertahap hingga 632 M. Karena surat Al-Alaq menjadi surat yang pertama yang diwahyukan malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW maka kita akan membahas lebih dalam mengenai ayat tersebut.
Surat Al Alaq adalah surat pendek ke-96 dalam Alquran yang terdiri dari 19 ayat. Surat ini tergolong ke dalam lompok surat Makkiyah atau ayat-ayat Alquran yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Ayat 1 sampai 5 dalam surat Al Alaq merupakan ayat Alquran yang pertama kali turun. Surat Al-alaq 1-5 sendiri memiliki beberapa kandungan yaitu berisi penjelasan tentang asal usul kejadian manusia yangkesanggupan untuk menguasai sesuatu yang ada dibumi, serta menundukkannya untuk keperluan kehidupannya. kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan manusia, Allah memberikan kenikmatan dan karunia kepada manusia dengan diberikan kemampuan membaca dan menulis. Perintah Allah SWT untuk membaca. Allah menjelaskan bahwa dengan karunia dan perantara pena (qalam).
Sehingga surah ini menuntut manusia untuk berlomba-lomba mengembangkan potensi dirinya dan mengaktualisasikannya secara nyata dalam kehidupan sosial. Membaca juga sebagai perwujudan pelaksanaan perintah Allah SWT. Kaum muslimin dapat meningkatkan ilmu pengetahuan sehingga dengannya Allah SWT akan meninggikannya beberapa derajat. Allah SWT juga telah memerintahkan manusia untuk memperhatikan ciptaan-Nya dan mempelajarinya hingga bermanfaat bagi kehidupan di dunia.
Dibawah ini adalah Surat Al-Alaq ayat 1-5
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.”
قْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,”
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ “Yang mengajar (manusia) dengan pena (qalam).”
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Surat Al 'alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan.
Demikianlah beberapa sejarah turun ayat pertama Al-qur’an dan beberapa kandungan surat tersebut.

Komentar
Posting Komentar